komen

May 5, 2008

PostHeaderIcon LUPA - Apa UBATNYA ?



Imam Bukhari menyampaikan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. Kata Imam Bukhari, Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw soal ingatannya yang lemah. Sehingga, ia mudah lupa terhadap segala sesuatu yang diucapkan Nabi. Lalu, Abu Hurairah minta tolong agar "penyakit lupa" yang ada pada dirinya itu disembuhkan.
Kepada Rasulullah ia berkata, "Ya Rasulullah, banyak perkataan Anda yang telah kudengar, tetapi banyak juga yang kulupakan. Aku ingin supaya tidak mudah lupa."
Rasulullah menjawab, "Bentangkanlah jubahmu!" Abu Hurairah membentangkan jubahnya kemudian oleh Rasulullah jubah itu dikibaskan ke udara. Setelah itu beliau berkata, "Pakailah." Abu Hurairah memakai jubah kembali. Sejak itu ia sering berkata, " "Aku tidak pernah lupa lagi." ( HR. Bukhari dalam "Kitabul 'Ilm" Bab "Hifdul-'Ilm". Hadits nombor 119).

Satu-dua informasi yang kita terima setiap hari, menumpuk memenuhi benak kepala kita. Keadaan yang demikian mengakibatkan daya tampung menjadi penuh. Info selanjutnya, kalau tidak tumpah, ya menimbun catatan lama, ataupun bisa pula terhapus.



Terhadap yang tertimbun, orang kadang berupaya 'menarik ke atas' (kembali) sedemikian rupa. Adakah bisa diberdayakan ulang? Kadang terasa sulit. Walau beberapa di antaranya ada yang dikaruniai kemudahan, tanpa harus berkerut kening. Sesuatu yang diharapkan, dapat muncul dalam tempo yang relatif cepat.

Yang nampak payah bila sesuatu itu sangat berharga dan dibutuhkan, tapi ternyata alot diangkat, betapa runyam rasanya. Efek daripadanya bisa bermacam-macam. Bagi seorang seniman, jalannya acara pertunjukan, misalnya, bisa tercganggu. Bagi seorang tokoh, (terputusnya) sajian materi dapat mengurangi kredibilitas.
Mengingat suasana yang sama sekali tidak enak bila lagi kena penyakit lupa seperti ini, Abu Hurairah dalam kisah hadits di atas meminta ubat kepada Rasulullah.

Para psikolog menganjurkan, orang yang sedang ditimpa lupa supaya bersikap tenang, mengurangi gerak badan dan memusatkan kosentrasi pada satu fokus. Dengan begitu, diri dapat terkendali dan sesuatu yang dicari diharapkan dapat lekas diketemukan.

Mengingat Allah
Allah swt berfirman, "Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa." (QS.Al-Kahfi:24).

Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad tentang roh Askhabul Kahfi dan kisah Dzulkarnain, lalu beliau menjawab bahwa datanglah besok pagi. Saat mereka datang, Nabi tidak bisa menjawab karena wahyu yang menjelaskan tentang hal itu ( QS.18:24-25) belum turun. Di sini nampaknya Allah menegur Nabi-Nya oleh sebab tanpa melibatkan-Nya dalam memenuhi janji kepada seseorang. Lalu Allah memperingatkan Rasulullah agar dihindari lupa dengan menyebut "insya- Allah".

Membaca Selawat Nabi
Di samping bersikap tenang, tidak ada salahnya membaca selawat Nabi. Sebagian ulama berpendapat, selawat Nabi yang dibaca pada saat penyakit "lupanya" kambuh akan membantu menguatkan daya ingat. Cobalah resep ini, barangkali akan bermanfaat!

Wallahu a'lam.

Apa cerita di sana?


Free chat widget @ ShoutMix

Renungan


Bunga-bunga dunia
hanyalah tipuan
walaupun gemerlap dengan hiasannya
Kebaikan yang terbesar
hanya nanti di akhirat
Aunbin Abdillah


Biarkan hari-hari
bertingkah semaunya
Buatlah diri ini rela ketika
Ketentuanya bicara
Dan jangan gelisah
Dengan kisah malam
Tidak ada kisah
Didunia ini yang abadi
Imam Syafi'i

Iman itu laut
Cintailah ombaknya
Iman itu api
Cintailah panasnya
Iman itu salju
Cintailah dinginnya
Iman itu sungai
Cintailah arusnya

Hidup ini penuh liku-liku
Ada suka dan ada duka
Dari itu jadilah insan yang bertakwa
Agar dapat mentadbir dengan bijaksana

Blog Archive